SUKAMARA – Mengutamakan musyawarah dan komunikasi dua arah, Sat Polairud Polres Sukamara menggelar patroli dialogis di sepanjang kawasan pinggiran DAS Jelai. Giat pagi ini dirancang untuk mendengarkan langsung suara warga pesisir sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas yang relevan dengan permasalahan yang sering timbul di sekitar wilayah aliran sungai, Minggu (10/05/2026) Pagi.
Petugas berlabuh di beberapa titik kumpul warga untuk membuka ruang diskusi yang hangat. Dalam perbincangan tersebut, polisi menekankan tiga larangan utama: dilarang membuang sampah ke sungai, dilarang keras menyetrum ikan, dan dilarang terlibat dalam aksi pungutan liar di area transportasi air. Polisi mengajak warga untuk menjadikan sungai sebagai halaman depan yang harus dijaga kebersihannya dan keamanannya.
Kapolres Sukamara AKBP Abdian Berkat Ndraha, S.I.K., S.H., M.H. melalui Kasat Polairud menyatakan bahwa patroli dialogis yang berisi imbauan lingkungan dan anti-pungli adalah esensi dari pelayanan kepada masyarakat. Beliau menjelaskan bahwa kesadaran yang lahir dari sebuah pemahaman dialogis akan jauh lebih bertahan lama dibandingkan sekadar penindakan fisik. Masyarakat yang teredukasi adalah benteng utama pertahanan wilayah.
Sikap membumi anggota polisi terlihat saat mereka membaur bersama nelayan sambil minum kopi pagi. Di akhir diskusi, petugas membagikan informasi mengenai cara mengakses Layanan Call Center 110 secara gratis. Sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong tingkat partisipasi warga dalam membasmi setiap kejahatan yang meresahkan perairan Sukamara.
Seluruh rangkaian patroli dialogis berlangsung dengan sangat interaktif dan menghasilkan komitmen bersama dari warga setempat. Kondisi keamanan dan kebersihan perairan DAS Jelai dilaporkan berada dalam situasi yang sangat ideal. Sat Polairud Polres Sukamara siap untuk terus mendampingi masyarakat pesisir demi terciptanya budaya tertib hukum di wilayah perairan. (HMS)










