Siaga Hadapi Musim Kemarau, Polres Gunung Mas Gelar Apel Siaga Karhutla 2026 Perkuat Kesiapan Personel dan Sinergi Lintas Instansi

oleh -19 Dilihat
banner 468x60

Kuala Kurun – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau tahun 2026, Polres Gunung Mas menggelar Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana (Sarpas) Kontingensi Penanggulangan Karhutla. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Tantya Sudhirajati, Jalan Bhayangkara No. 1, Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Selasa (21/7/2026) pukul 07.30 WIB.

Apel dipimpin oleh Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., serta diikuti Wakapolres Gunung Mas Kompol Indras Purwoko, S.H., para Pejabat Utama (PJU), personel Polsek jajaran, dan seluruh personel Polres Gunung Mas. Kegiatan ini menjadi bentuk kesiapan personel sekaligus pengecekan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Kabupaten Gunung Mas.

banner 336x280

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Gunung Mas membacakan amanat Kapolda Kalimantan Tengah Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si. Amanat tersebut menegaskan bahwa apel gelar pasukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kesiapan personel, perlengkapan, serta sistem koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi Karhutla yang setiap tahun menjadi perhatian serius di Kalimantan Tengah.

Disampaikan pula bahwa Kalimantan Tengah merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla cukup tinggi, terutama saat musim kemarau. Kondisi lahan gambut, minimnya curah hujan, serta masih ditemukannya praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Selain merusak ekosistem dan lingkungan, Karhutla juga berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat akibat kabut asap, mengganggu aktivitas transportasi, proses belajar mengajar, perekonomian, hingga pelayanan publik. Bahkan, dampaknya dapat meluas hingga ke wilayah lain apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026. Sementara itu, data BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah hingga 19 Juli 2026 mencatat telah terjadi 563 kejadian Karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 852,58 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 229 kejadian terjadi selama bulan Juli dengan luas lahan terbakar mencapai 378,72 hektare. Data tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.

Melalui Operasi Kontingensi Aman Nusa II Tahun 2026, Polda Kalimantan Tengah mengerahkan personel beserta sarana dan prasarana untuk mendukung pemerintah daerah dalam penanggulangan Karhutla selama 14 hari. Pelaksanaan operasi mengedepankan sinergi bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, dunia usaha, relawan, dan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan Karhutla berjalan lebih efektif.

Kapolres Gunung Mas juga menekankan kepada seluruh personel agar selalu memastikan kesiapan personel maupun peralatan operasional, memperkuat koordinasi lintas instansi, mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui patroli rutin serta deteksi dini titik panas (hotspot), memanfaatkan teknologi dalam pemantauan wilayah, melakukan penegakan hukum secara profesional terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, serta selalu mengutamakan keselamatan personel dalam setiap pelaksanaan tugas sesuai standar operasional prosedur.

Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A. mengatakan bahwa kesiapan seluruh unsur merupakan kunci utama dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan. “Penanggulangan Karhutla bukan hanya menjadi tugas Polri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi seluruh instansi dan partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan. Mari kita utamakan langkah-langkah pencegahan sejak dini agar kebakaran tidak terjadi dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman serta lingkungan tetap terjaga,” tegas Kapolres.

Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana Kontingensi Karhutla Tahun 2026 berakhir pada pukul 09.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, Polres Gunung Mas menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat, memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder, serta menjaga kelestarian lingkungan melalui upaya pencegahan dan penanganan Karhutla secara profesional, humanis, dan berkelanjutan. (sp)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.