Kapuas – Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan secara bersama-sama oleh petugas gabungan di Kabupaten Kapuas. Pada Selasa (29/9/2026), Tim Gabungan Posko Terpadu bergerak cepat melakukan pemadaman karhutla di Handel Bangkirai, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas.
Pemadaman berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 14.50 WIB pada lahan milik masyarakat dengan luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare. Lokasi tersebut berjarak sekitar 22 kilometer dari Posko BPBD dengan waktu tempuh kurang lebih 34 menit.
Sebanyak 12 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan tersebut, terdiri dari 3 personel TNI, 4 personel Polri, 1 personel BPBD, 2 personel Damkar, serta 2 orang relawan.
Dengan menggunakan satu unit mobil Hilux BPBD, dua unit sepeda motor BPBD, satu unit pompa air dan 11 roll selang, petugas berjibaku melakukan pemadaman sekaligus pendinginan pada area yang terdampak.
Berkat kerja sama dan respons cepat seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak kembali muncul titik api. Perluasan kebakaran pun berhasil dicegah sehingga kondisi di sekitar lokasi dapat dikendalikan.
Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA. mengapresiasi sinergi seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla.
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Kecepatan dalam merespons titik api sangat penting agar kebakaran tidak semakin meluas dan berdampak kepada masyarakat maupun lingkungan,” ujar Kapolres.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, karena upaya pencegahan merupakan bagian penting dalam menekan risiko karhutla.
“Bahu-membahu dan kepedulian bersama menjadi kunci. Mari kita jaga lingkungan dan segera laporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepat mungkin,” pungkasnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi aman dan kondusif. Tim gabungan juga memastikan area yang terdampak telah dilakukan pendinginan sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.







