MANDOMAI – Memasuki musim yang rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polsek Kapuas Barat melakukan langkah proaktif dengan menggelar patroli terpadu dan sosialisasi langsung kepada masyarakat di Kelurahan Mandomai, Kecamatan Kapuas Barat, pada Selasa (05/05/2026).
Personel Polsek menyusuri area pemukiman serta lahan yang dianggap rawan terbakar guna memastikan tidak ada aktivitas pembakaran lahan secara liar. Dalam kegiatan tersebut, petugas juga membagikan selebaran serta memberikan edukasi mengenai dampak buruk karhutla bagi kesehatan, lingkungan, hingga sanksi hukum yang membayangi para pelaku pembakaran.
Kapolsek Kapuas Barat, Ipda Siswono Tri Soemantri, S.H., M.M., menegaskan bahwa upaya pencegahan (preemtif) jauh lebih efektif daripada pemadaman saat api sudah meluas.
“Kami mengimbau dengan sangat kepada warga Mandomai agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Cuaca yang tidak menentu dan hembusan angin kencang dapat membuat api kecil sekalipun menjadi tidak terkendali dalam sekejap,” tegas Ipda Siswono Tri Soemantri.
Selain memberikan imbauan lisan, Kapolsek juga mengajak masyarakat untuk menjadi mitra Polri dalam melaporkan setiap titik api (hotspot) yang ditemukan di wilayah mereka agar dapat segera ditangani secara dini.
“Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Kami ingin membangun pemahaman bahwa menjaga alam bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab kita bersama untuk anak cucu nanti. Kami akan terus melakukan pengawasan secara rutin agar wilayah hukum Polsek Kapuas Barat bebas dari asap,” pungkasnya.
Kegiatan patroli berlangsung dengan aman dan mendapat respons positif dari tokoh masyarakat setempat yang berkomitmen untuk menjaga lingkungan dari bahaya kebakaran lahan.(Eyn)









