KAPUAS – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan Polres Kapuas bersama TNI dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP). Kali ini, tim gabungan berjibaku memadamkan karhutla di kawasan Jalan Lintas Buntok–Palangka Raya, Desa Timpah, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 10.50 WIB.
Kegiatan penanganan karhutla tersebut dipimpin langsung Kabagops Polres Kapuas Kompol Ghanda Novidiningrat Gunawan, S.I.K., M.H., didampingi Kapolsek Timpah Iptu Joko Susilo, S.Sos., M.A.P.
Sebanyak 19 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari 2 personel TNI, 6 personel Polri dan 11 personel KPHP. Tim juga didukung sejumlah kendaraan operasional, termasuk kendaraan roda dua, roda empat serta satu unit kendaraan pemadam KPHP.
Di lokasi, petugas menemukan titik api dan bekas lahan terbakar dengan luasan sekitar satu hektare. Kondisi lahan didominasi hutan dan semak belukar dengan permukaan tanah yang terbakar, sehingga membutuhkan penanganan secara intensif.
Untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah api kembali menyala, petugas melakukan penyemprotan menggunakan air yang dicampur larutan X-Fire, inovasi yang digunakan dalam penanganan karhutla.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Tim harus menghadapi kondisi sumber air di sekitar lokasi yang mengering sehingga kendaraan pemadam harus mengambil air dari lokasi yang cukup jauh. Selain itu, keterbatasan peralatan dan jumlah personel, kondisi gambut yang cukup tebal serta hembusan angin kencang menjadi tantangan tersendiri.
Kabagops Polres Kapuas Kompol Ghanda Novidiningrat Gunawan, S.I.K., M.H., mewakili Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA., mengatakan bahwa personel tetap berupaya maksimal melakukan pemadaman meskipun kondisi di lapangan cukup berat.
“Kami bersama TNI dan KPHP terus berupaya melakukan pemadaman dan pembasahan secara maksimal. Kondisi gambut dan hembusan angin menjadi tantangan karena bara dapat kembali menyala, sehingga penanganan tidak hanya berfokus pada api yang terlihat, tetapi juga melakukan pembasahan untuk mencegah api muncul kembali,” ujar Kompol Ghanda.
Ia menambahkan, keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan karhutla di lokasi tersebut. Namun, koordinasi dan kerja sama lintas instansi terus dilakukan agar api dapat dikendalikan dan tidak meluas.
“Kami mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Apabila menemukan titik api atau indikasi karhutla, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.
Polres Kapuas memastikan kesiapsiagaan personel terus ditingkatkan dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut. Sinergi antara Polri, TNI, KPHP dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah meluasnya kebakaran serta melindungi lingkungan dan permukiman warga.


