Api Karhutla Dekati SMPN 4 Mantangai, Petugas Gabungan Bergerak Cepat Cegah Api Merembet

oleh
oleh
?>
banner 468x60

Kuala Kapuas – Respons cepat ditunjukkan personel Polsek Mantangai bersama TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta tim gabungan Posko Pengendalian Karhutla Kabupaten Kapuas dalam menangani kebakaran lahan yang terjadi di belakang SMPN 4 Mantangai, Desa Lamunti Permai A1, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Selasa (8/9/2026) malam.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 21.00 WIB setelah Kepala Desa Lamunti Permai, Sulis, menghubungi Polsek Mantangai dan menyampaikan adanya api di lahan belakang sekolah yang mulai mendekati bangunan SMPN 4 Mantangai.

banner 336x280

Mendapat informasi tersebut, anggota piket Polsek Mantangai langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan awal guna mencegah api meluas dan mengancam bangunan sekolah maupun permukiman warga.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati lahan yang terbakar merupakan area yang ditumbuhi semak belukar dan pepohonan. Dengan kondisi tersebut, petugas bersama unsur terkait langsung melakukan upaya pemadaman, pembasahan dan pendinginan.

Dalam penanganan tersebut, sebanyak 21 personel terlibat, terdiri dari 2 personel TNI, 4 personel Polri dan 15 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA).

Petugas juga menggunakan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya kendaraan roda dua, mesin pompa serta perlengkapan lainnya untuk membantu proses pemadaman di lokasi.

Upaya petugas membuahkan hasil. Api berhasil diblok sehingga tidak merembet maupun meluas ke area sekolah dan permukiman penduduk. Meski demikian, petugas masih menemukan asap yang keluar dari dalam tanah dan batang pohon serta hawa panas yang cukup tinggi, sehingga pembasahan dan pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.

Sekitar pukul 22.30 WIB, tim gabungan Posko Pengendalian Karhutla Kabupaten Kapuas tiba di lokasi dengan membawa dua unit mobil tangki air BPBD dan Damkar Kabupaten Kapuas serta satu unit kendaraan Hilux untuk mendukung proses pemadaman.

Dalam proses penanganan, petugas menghadapi sejumlah kendala, salah satunya jarak dari Posko Karhutla Polsek Mantangai menuju lokasi yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit melalui jalur darat menggunakan kendaraan roda dua. Selain itu, kondisi sumber air di sekitar lokasi juga menjadi kendala karena parit maupun embung dalam keadaan kering.

Kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan lahan seluas kurang lebih 0,5 hektare. Sementara itu, asal mula api masih belum diketahui.

Kapolsek Mantangai IPDA Jonika, S.Sos., menyampaikan bahwa personel di lapangan bersama tim gabungan terus melakukan upaya pembasahan dan pendinginan hingga kondisi benar-benar aman.

“Kami terus melakukan pembasahan dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala. Yang paling utama adalah mencegah api merembet ke bangunan sekolah dan permukiman masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau asap di sekitar permukiman,” ujar IPDA Jonika.

Ia menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, baik TNI-Polri, pemerintah daerah, MPA maupun masyarakat.

“Pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan,” tambahnya.

Kegiatan penanganan kebakaran lahan tersebut berlangsung aman, tertib dan lancar. Petugas gabungan tetap berada di lokasi untuk memastikan kondisi lahan benar-benar padam dan tidak kembali menimbulkan titik api.

banner 336x280
?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>

No More Posts Available.

No more pages to load.