Polres Kobar – Polres Kotawaringin Barat (Kobar) bersama TNI, Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan BPBD yang tergabung dalam Tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus memperkuat upaya penanganan dan pemantauan karhutla di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Sampai dengan Senin (7/9/2026) pihaknya masih melakukan pendinginan di kawasan KM 17 hingga KM 18 arah Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama secara bergantian guna mencegah munculnya kembali titik api.
Kapolres Kobar AKBP Joko Handono, S.I.K., M.H., M.M., mengatakan bahwa pemantauan terhadap perkembangan karhutla dilakukan secara intensif sejak hari sebelumnya hingga sekarang baik melalui pantauan darat, udara menggunakan drone maupun via satelit.
“Sejak bulan lalu hingga hari ini, kami terus memonitor perkembangan karhutla. Untuk mengantisipasi munculnya kembali api, kami saat ini melakukan pendinginan di KM 17 sampai KM 18,” ujar Kapolres.
Dalam penanganan pada beberapa minggu sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan upaya evakuasi dan penanganan di lokasi. Namun, kondisi medan menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas, terutama karena jarak menuju titik karhutla cukup jauh dan kendaraan tidak dapat menjangkau seluruh lokasi.
“Kendalanya di lapangan salah satunya jarak yang cukup jauh dari lokasi kebakaran, sehingga kendaraan tidak bisa masuk sampai ke titik tertentu. Karena itu, personel harus melanjutkan penanganan dengan menyesuaikan kondisi medan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Orang nomor satu di Polres Kobar ini mengatakan bahwa meski menghadapi kendala akses, upaya pemantauan dan pendinginan terus dilakukan untuk memastikan api tidak kembali membesar.
Personel yang berada di Posko KM 15 juga tetap disiagakan selama 24 jam untuk memonitor kondisi dan perkembangan karhutla serta memastikan respons cepat apabila terjadi perubahan situasi.




