Kapolres Kapuas Turun Langsung Cek Hotspot di Katunjung, Pastikan Karhutla Segera Ditangani

oleh
oleh
?>
banner 468x60

KAPUAS – Upaya pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan Polres Kapuas. Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA., turun langsung memimpin pengecekan sekaligus penanganan titik panas (hotspot) di wilayah Desa Katunjung, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Senin (31/8/2026).

Didampingi Kabagops Polres Kapuas, Kasi Humas, Kasi Propam, serta Kapolsek Mantangai beserta personel, Kapolres bersama tim bergerak dari Posko Karhutla Polsek Mantangai sekitar pukul 07.30 WIB untuk melakukan verifikasi dan penanganan titik hotspot yang terdeteksi di wilayah tersebut.

banner 336x280

Medan yang harus dilalui tim tidaklah mudah. Untuk mencapai lokasi, personel harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 hingga 3 jam menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan getek atau perahu air, serta berjalan kaki menembus kawasan hutan sejauh kurang lebih 2 kilometer.

Setibanya di lokasi yang dapat dijangkau, tim menemukan kondisi tanah dan batang pohon masih mengeluarkan asap serta hawa panas. Petugas kemudian langsung melakukan pembasahan dan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul dan meluas.

Dalam penanganan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari 7 personel TNI, 15 personel Polri dan 7 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) turut dilibatkan. Sejumlah peralatan juga digunakan, di antaranya kendaraan roda empat, kendaraan roda dua, delapan unit getek, satu mesin pompa Robin dan satu unit genset.

Dari sejumlah titik hotspot yang terdeteksi di Desa Katunjung, tim berhasil menjangkau salah satu titik pada koordinat -2.2600217, 114.4320287. Di lokasi tersebut masih ditemukan asap yang berasal dari dalam tanah dan batang pohon serta hawa panas. Tim kemudian melakukan pembasahan dan pendinginan pada area kurang lebih 1 hektare.

Sementara itu, sejumlah titik hotspot lainnya belum dapat dijangkau karena kondisi geografis yang cukup sulit. Akses menuju lokasi berada jauh dari permukiman, sebagian hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki melalui hutan, sementara jalur sungai tidak dapat dilalui ketika kondisi air surut. Keterbatasan jaringan komunikasi dan jauhnya sumber air untuk pompa juga menjadi kendala tersendiri bagi personel di lapangan.

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dan kesungguhan semua pihak, mengingat karakteristik lahan gambut yang memiliki potensi api bertahan di bawah permukaan tanah.

“Karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api yang terlihat. Di lahan gambut, panas dan bara bisa bertahan di bawah permukaan dan sewaktu-waktu kembali muncul. Karena itu, setiap titik panas harus kita respons, kita cek langsung, kemudian dilakukan pembasahan dan pendinginan secara maksimal,” tegas Kapolres.

Kapolres juga mengapresiasi sinergi antara TNI, Polri, MPA dan seluruh unsur terkait yang tetap berupaya menjangkau lokasi meskipun menghadapi medan yang berat.

“Saya mengapresiasi seluruh personel yang sudah bekerja di lapangan. Medannya tidak mudah, tetapi keselamatan masyarakat dan lingkungan harus menjadi prioritas. Kita akan terus melakukan pemantauan terhadap titik hotspot yang belum dapat dijangkau dan berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” ujarnya.

Menurut Kapolres, upaya penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan saat api sudah membesar, tetapi juga melalui deteksi dini dan respons cepat terhadap setiap kemunculan hotspot.

“Kita ingin mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Deteksi dini, respons cepat dan sinergi di lapangan adalah kunci. Masyarakat juga kami imbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena dampaknya dapat merugikan banyak pihak,” pungkasnya.

Setelah pelaksanaan pengecekan dan pembasahan, tim kembali ke Posko Karhutla Polsek Mantangai. Polres Kapuas memastikan perkembangan titik hotspot di wilayah tersebut tetap dimonitor sebagai bagian dari langkah antisipasi agar potensi Karhutla dapat segera ditangani.

banner 336x280
?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>

No More Posts Available.

No more pages to load.