Polres Kobar – Kepedulian dan sinergi lintas instansi kembali ditunjukkan dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Tim gabungan berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan lahan gambut yang terbakar di Jl. Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama (Kolam), KM. 16, Kel. Mendawai Seberang, Kec. Arut Selatan (Arsel), Kab. Kobar, Prop. Kalteng, Senin (31/8/2026) siang.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan bersama tim gabungan, luas lahan yang terdampak kebakaran berupa lahan gambut dan kebun sawit yang ditumbuhi ilalang, pakis, rerumputan serta semak belukar dalam kondisi kering.
Dalam penanganan tersebut, personel Polres Kobar, Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor, TNI, BPBD, Damkar, Satpol PP, Daops Manggala Agni serta MPA dari sejumlah kelurahan bahu-membahu memadamkan api.
Medan lahan gambut yang cukup sulit serta jarak sumber air sekitar 50 hingga 200 meter dari titik kebakaran menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Namun, dengan dukungan sejumlah mesin pompa air dan kerja sama seluruh unsur di lapangan, api berhasil dipadamkan sementara secara menyeluruh dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.
“Hari ini sudah memasuki hari keempat penanganan, petugas masih melakukan pendinginan secara intensif. Kepulan asap yang masih terlihat menjadi perhatian karena berpotensi menyisakan bara api di dalam lapisan gambut. Petugas terus menyisir dan membasahi titik-titik yang dinilai masih memiliki potensi munculnya kembali api,” ujar Kapolres Kobar AKBP Joko Handono, S.I.K., M.H., M.M., saat diwawancarai.
Kondisi cuaca yang panas dan musim kemarau, ditambah vegetasi yang mengering di lahan gambut, diduga dapat mempercepat penyebaran api. Petugas juga terus melakukan pemantauan guna memastikan tidak ada titik api baru yang kembali muncul.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menghadapi potensi karhutla, terlebih pada musim kemarau.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Upaya pemadaman dan pendinginan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.
“Kehadiran petugas di lapangan bukan hanya untuk memadamkan api, tetapi juga untuk melindungi lingkungan, lahan masyarakat, serta mencegah dampak kebakaran meluas dan mengganggu kehidupan warga sekitar,” ujarnya.




