Barito Timur – Upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polres Barito Timur, Polda Kalimantan Tengah. Pada Sabtu (29/8/2026), mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) bersama personel Regu III Siaga On Call Karhutla Polres Barito Timur melaksanakan groundcheck dan penanganan titik api di wilayah Desa Murutuwu, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur.
Mahasiswa STIK yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Andry Fauzan Haryano, S.Tr.K., Muhammad Ilham Tawakkal, S.Tr.K., M.H., Alfan Nisfiur, S.Tr.K., M.H., serta Rifqy Pratama Nugraha, S.Tr.K., M.Sc. Mereka bersama personel Regu III Siaga On Call Karhutla bergerak menuju lokasi setelah adanya informasi mengenai titik api di wilayah hukum Polres Barito Timur.
Groundcheck dilaksanakan mulai sekitar pukul 15.00 WIB hingga selesai, dengan lokasi penanganan berada di Jalan Pertamina, Dusun Hepung Wewai, Desa Murutuwu, Kecamatan Dusun Timur. Titik api berada pada koordinat Latitude -2.075202 dan Longitude 115.107300.
Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan satu titik api dengan jarak sekitar 5 kilometer dari Polres Barito Timur dan dapat ditempuh kurang lebih 20 menit melalui jalur darat.
Saat personel tiba di lokasi, kondisi api utama telah padam. Namun, masih ditemukan sejumlah titik api kecil yang berpotensi kembali membesar, sehingga personel langsung melakukan upaya pendinginan menggunakan peralatan yang tersedia.
Dalam penanganan tersebut, sebanyak 23 personel Polri dan empat warga terlibat di lapangan. Personel didukung sarana berupa 20 unit kendaraan roda dua, dua unit kendaraan roda empat, serta dua unit alat pemadam.
Lahan yang terbakar diperkirakan memiliki luas sekitar 0,40 hektare, dengan kondisi lahan berupa tanah gambut yang ditumbuhi semak belukar. Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, lahan tersebut diketahui milik Laila Niati, 47 tahun, warga Perumnas Baruh Rintis, Desa Matabu, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur.
Setelah proses pendinginan dilakukan, personel kemudian melaksanakan patroli di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang masih berpotensi menyala kembali.
Padal Regu III Siaga On Call Karhutla Polres Barito Timur, AKP Sukajim, S.H., M.M., menegaskan bahwa kegiatan groundcheck dan penanganan titik api merupakan bagian dari langkah cepat kepolisian dalam mencegah meluasnya Karhutla.
Menurutnya, kondisi lahan gambut dan semak belukar membutuhkan perhatian khusus karena api yang telah terlihat padam masih dapat menyisakan bara di dalam permukaan tanah. Karena itu, pendinginan dan pemantauan lanjutan menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan personel Polres Barito Timur dalam merespons setiap informasi mengenai Karhutla, serta memperkuat sinergi antara mahasiswa STIK, kepolisian dan masyarakat dalam menjaga wilayah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.(Joe)









