Apel Siaga Karhutla Gunung Mas 2026: Polres Gunung Mas dan Forkopimda Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

oleh -20 Dilihat
banner 468x60

Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Satpol PP, Damkar, serta instansi terkait menggelar Apel Gelar Pasukan dan Pengecekan Sarana Prasarana (Sarpras) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Gunung Mas, Jalan P. Diponegoro, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun. Langkah nyata memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mencegah dan menangani potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Gunung Mas, Rabu (22/7/2026) pukul 07.30 WIB.

 

banner 336x280

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Gunung Mas, Jaya S. Monong, S.E., M.Si., serta dihadiri Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., Dandim 1018/GMS Letkol Arm Danang Wahyu Utomo, S.Sos., Kajari Gunung Mas Nugroho Wisnu Pujoyono, S.H., M.H., Kepala PN Kuala Kurun Kelas II Dr. Galih Bawono, S.H., M.H., Sekda Kabupaten Gunung Mas Richard F. L., S.T., M.A.P., Kepala Satpol PP, Kepala BPBD, perwakilan OPD, BINDA, serta insan pers. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla secara terpadu.

 

Pasukan yang mengikuti apel terdiri dari personel Kodim 1018/GMS, Polres Gunung Mas, Satpol PP, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, hingga Tahura Lapak Jaru. Selain pelaksanaan apel, dilakukan pula pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla guna memastikan seluruh peralatan siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat selama musim kemarau.

 

Dalam amanatnya, Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh unsur yang tergabung dalam Komando Satuan Tugas Karhutla Kabupaten Gunung Mas benar-benar siap menghadapi potensi bencana. Menurutnya, kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas instansi menjadi faktor utama dalam meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan.

 

Bupati juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data selama tujuh bulan terakhir, Kabupaten Gunung Mas mencatat 242 titik panas (hotspot) dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 121 hektare. Data tersebut menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan karena potensi peningkatan kejadian Karhutla diperkirakan masih dapat terjadi hingga akhir September seiring memasuki puncak musim kemarau.

 

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menginstruksikan seluruh instansi terkait agar memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla, meningkatkan patroli rutin di wilayah rawan, melakukan pemetaan daerah berisiko, memasang spanduk larangan membakar hutan dan lahan, serta mendirikan pos komando di lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

 

Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A. menyampaikan bahwa Polres Gunung Mas siap mendukung penuh upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD, Manggala Agni, serta seluruh stakeholder. Menurutnya, keberhasilan mencegah Karhutla memerlukan kolaborasi semua pihak, termasuk partisipasi aktif masyarakat.

 

“Polres Gunung Mas berkomitmen mendukung setiap langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan Karhutla. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secara cepat. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama menjaga Kabupaten Gunung Mas tetap aman dari ancaman Karhutla,” tegas AKBP Arum Sari Puspita Dewi.

 

Pelaksanaan apel ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Gunung Mas bersama Forkopimda dan seluruh instansi terkait terus memperkuat koordinasi sejak dini sebelum memasuki puncak musim kemarau. Dengan kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana, serta strategi pencegahan yang terukur, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, maupun aktivitas ekonomi.

 

Apel Gelar Pasukan dan Pengecekan Sarana Prasarana Karhutla berakhir pada pukul 08.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, Kabupaten Gunung Mas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat sinergitas antarinstansi, serta mengajak seluruh masyarakat berperan aktif menjaga kelestarian hutan dan lingkungan demi mewujudkan Kabupaten Gunung Mas yang aman, sehat, dan bebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan. (sp)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.