Gunung Mas – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M di wilayah Kabupaten Gunung Mas berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh kekhusyukan. Pada Rabu pagi, 27 Mei 2026, mulai pukul 06.30 WIB, ribuan umat Islam memadati berbagai masjid yang tersebar di wilayah hukum Polres Gunung Mas untuk melaksanakan ibadah Sholat Ied. Antusiasme masyarakat yang tinggi berpadu harmonis dengan kesiapsiagaan aparat keamanan yang berjaga di setiap lokasi strategis sejak pagi hari.
Demi memberikan rasa aman dan nyaman yang maksimal bagi para jamaah, jajaran Polres Gunung Mas gencar melaksanakan patroli dan pengamanan ketat. Kegiatan positif ini difokuskan di area sekitar tempat ibadah untuk mengatur arus lalu lintas serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar. Pola pengamanan humanis yang diterapkan oleh kepolisian mendapatkan apresiasi positif dari para tokoh agama dan warga yang hadir mengikuti ibadah.
Jalannya pengamanan ibadah yang sukses ini dipimpin langsung oleh jajaran Polres dan Polsek berdasarkan instruksi pimpinan. Mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., Kabagops Polres Gunung Mas AKP Nurheriyanto Hidayat, S.H., M.Si. menjelaskan bahwa pengamanan ini didasarkan pada Surat Perintah Kapolres yang dikeluarkan pada tanggal 26 Mei 2026 dengan melibatkan 47 personel, termasuk para Kapolsek jajaran.
“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Sholat Idul Adha tahun 1447H ini dapat berjalan dengan aman dan kondusif. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan prima Polri guna menjamin keamanan dan kenyamanan umat Islam yang melaksanakan ibadah di wilayah Kabupaten Gunung Mas,” ujar AKP Nurheriyanto Hidayat, S.H., M.Si. Rabu (27/5) pagi.
Di wilayah Kecamatan Kurun, ibadah Sholat Ied terpantau ramai di beberapa lokasi utama, salah satunya di Masjid Agung Darun Najah yang dihadiri sekitar 500 jamaah dengan imam Taupik, S.Ag. dan khatib KH. Fahmie. Keamanan di lokasi tersebut, serta di masjid lain seperti Masjid Al Muhajirin, Masjid Al Mustaqim, Masjid Nurul Yaqin, Masjid Jami Ar Raudah, dan Masjid Nurul Islam di desa-desa sekitar, dikawal ketat oleh masing-masing empat personel Polri.
Suasana tertib juga terlihat di Kecamatan Tewah dan Sepang yang menjadi titik fokus pengamanan berikutnya. Di Kecamatan Tewah, pengamanan sinergis dilakukan di Masjid Darul Aman dengan melibatkan 4 personel Polri demi melayani sekitar 400 jamaah, sementara di Kecamatan Sepang, penempatan masing-masing 2 personel Polri di beberapa masjid seperti Masjid Nurul Islam dan Masjid At Taqwa berhasil menjaga jalannya ibadah tetap kondusif.
Kegiatan ibadah di Kecamatan Mihing Raya, Kahayan Hulu Utara, Rungan, hingga Manuhing pun berjalan tanpa hambatan berarti. Di Mihing Raya, Masjid Al Ikhlas mengumpulkan sekitar 200 jamaah, sedangkan di Kahayan Hulu Utara, Masjid Al Amin di bawah pimpinan Khatib dan Imam H. Nurjani, S.Ag. berjalan lancar dengan pengamanan 4 personel Polri. Untuk wilayah Rungan dan Manuhing, personel kepolisian bersiaga memastikan kenyamanan warga di Masjid Shirathal Mustaqim, Masjid Baitur Rohman, dan Masjid Al Muhajirin.
Selain mengawal ibadah sholat, momentum Idul Adha kali ini juga disemarakkan dengan pelaksanaan ibadah kurban yang penuh dengan nilai sosial. Berbagai masjid di Kabupaten Gunung Mas mencatat jumlah hewan qurban yang cukup signifikan, seperti di Masjid Agung Darun Najah dengan 7 ekor sapi, Masjid Al Amin Kahut dengan 8 ekor sapi, serta Masjid Al Ikhlas Mihing Raya yang mengumpulkan 5 ekor sapi dan 7 ekor kambing.
Guna menjamin ketenteraman batin masyarakat yang mengonsumsi daging kurban, proses pemotongan dan pendistribusian dilakukan dengan standar kesehatan yang ketat. Seluruh hewan qurban yang disembelih pada hari Rabu tersebut langsung diperiksa oleh petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas. Sinergi antara panitia masjid dan instansi terkait ini memastikan bahwa daging yang dibagikan kepada masyarakat yang berhak adalah daging yang sehat dan higienis.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Sholat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban tahun 2026 di Kabupaten Gunung Mas berakhir dengan situasi yang aman dan kondusif. Kerja sama yang solid antara Polres Gunung Mas, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat membuktikan bahwa toleransi serta kerukunan antarumat beragama di daerah ini terawat dengan sangat baik. (sp)






