SUKAMARA – Mengantisipasi meluasnya titik panas (hotspot) akibat aktivitas pembukaan area ladang secara tidak terkontrol, Sat Polairud Polres Sukamara melakukan langkah jemput bola harian. Personel menggelar sosialisasi intensif mengenai bahaya besar membuka lahan dengan cara membakar, Senin (25/05/2026).
Petugas menghampiri warga yang sedang berkumpul di teras rumah dan memberikan penjelasan mengenai metode pertanian modern tanpa bakar yang lebih ramah lingkungan. Warga diberikan edukasi bahwa pembakaran jerami atau ranting kering secara sembarangan di bawah terik matahari rawan meluas menjadi kebakaran hutan skala besar.
Kapolres Sukamara AKBP Abdian Berkat Ndraha, S.I.K., S.H., M.H. melalui Kasat Polairud Polres Sukamara menerangkan bahwa tindakan preventif ini ditujukan untuk mengamankan ekosistem darat dan perairan daerah. “Kami minta masyarakat meninggalkan pola lama membersihkan lahan dengan api karena dampaknya merusak kelestarian alam kita,” urainya.
Aparat di lapangan juga menyisipkan pesan keselamatan berlalu lintas darat bagi pengendara sepeda motor harian yang melintasi jalur pantai. Pengendara diimbau untuk selalu patuh pada aturan rambu keselamatan, wajib mengenakan helm SNI, membatasi kecepatan kendaraan, serta dilarang melawan arus.
Upaya pengondisian ketertiban sosial ini berjalan sukses serta melahirkan tatanan masyarakat yang peduli terhadap keselamatan lingkungan hidup harian. Dinamika kehidupan warga di sepanjang kawasan perairan sungai Sukamara dipastikan berada dalam tatanan yang rukun, tertib, dan aman terkendali. (Hms)


