SUKAMARA – Sebagai bentuk aksi nyata dalam memberantas praktik kotor dan perusakan alam, personel Sat Polairud Polres Sukamara melaksanakan patroli di kawasan pinggiran DAS Jelai. Kegiatan yang berlangsung dinamis ini membawa misi ganda, yakni menekan angka pelanggaran ketertiban umum sekaligus menyelamatkan habitat perairan dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab, Minggu (10/05/2026) Pagi.
Tim patroli memantau aktivitas bongkar muat di pelabuhan rakyat serta pergerakan perahu nelayan. Polisi secara terbuka mengkampanyekan gerakan tolak pungli kepada para pekerja angkut dan pemilik kapal. Pada saat yang sama, imbauan keras juga dilayangkan terkait larangan keras membuang sampah sembarangan ke badan sungai serta ancaman pidana bagi siapapun yang tertangkap tangan menangkap ikan dengan metode setrum atau racun.
Kapolres Sukamara AKBP Abdian Berkat Ndraha, S.I.K., S.H., M.H. melalui Kasat Polairud memaparkan bahwa aksi nyata menolak pungli dan menjaga kelestarian sungai adalah wujud dedikasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Beliau menginstruksikan seluruh personel untuk menindak tegas setiap indikasi premanisme di jalur perairan, serta memastikan ekosistem sungai tetap terjaga sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Interaksi antara petugas dan masyarakat pesisir diwarnai dengan sikap saling menghargai. Di sela-sela pemberian imbauan, anggota polisi terus mengingatkan warga akan pentingnya menyimpan nomor Layanan Call Center 110. Petugas menjelaskan bahwa layanan tersebut siap menerima laporan apapun, mulai dari kecelakaan air, tindakan pungli, hingga aktivitas penyetruman ikan yang meresahkan.
Situasi di jalur perairan DAS Jelai hari ini terpantau dalam keadaan yang sangat tertib. Arus transportasi sungai mengalir tanpa hambatan dan tidak ditemukan adanya aktivitas mencurigakan yang mengarah pada pelanggaran hukum. Sat Polairud Polres Sukamara akan terus menjadikan patroli terpadu ini sebagai agenda rutin untuk membentengi wilayah perairan dari segala bentuk kejahatan. (HMS)







