Siap siaga Musibah Banjir, BPBD Kapuas Gelar Kegiatan Focus Group Discussion

oleh -346 Dilihat
oleh
banner 468x60

TEWENEWS, KUALA KAPUAS, – Penjabat (Pj) Bupati Kapuas, Ir. H.Darliansjah, yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah (Setda) Kapuas, Ahmad M. Saribi, menghadiri sekaligus membuka dengan resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Rencana Kontigensi Bencana Banjir di Wilayah Kabupaten Kapuas, bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kapuas, Jalan Tambun Bungai, Rabu (4/12/24) pagi.

Kegiatan yang diadakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas ini dihadiri oleh para Camat, para Kades, perwakilan dari Kepala perangkat daerah terkait, para narasumber dari Tim akademisi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya dan Universitas Lambung Mangkurat, serta tamu undangan.

banner 336x280

Dalam laporannya, Ketua panitia Focus Group Discussion (FGD) Rekon Bencana Banjir Kapuas Tahun 2024, Abdurrahman Haris, menyampaikan beberapa point penting yang menjadi dasar terlaksanakanya kegiatan ini sebagai pedoman didalam melaksanakan upaya penanganan bencana alam di Kabupaten Kapuas.

“Melalui kegiatan ini kiranya dapat kita sikapi dengan baik dan kita sesuaikan dengan syarat dan kriteria aturan yang telah berlaku, sebagai dasar mobilisasi sumber daya para pemangku kepentingan pada saat menghadapi tanggap darurat banjir, sehingga pada saat terjadinya musibah, diharapkan dapat diatasi dengan aktif dan efisien”, ucapnya.

MEMBUKA, – Asisten Bidang Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah (Setda) Kapuas, Ahmad M. Saribi, membuka dengan resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Rencana Kontingensi Bencana Banjir di Wilayah Kabupaten Kapuas, bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kapuas, Jalan Tambun Bungai, Rabu (4/12/24) pagi.

Penjabat (Pj) Bupati Kapuas, H.Darliansjah, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Bidang Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah (Setda) Kapuas, Ahmad M.Saribi saat membuka acara menyampaikan berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Provinsi Kalimantan Tengah, tingkat risiko bencana banjir di Kalimantan Tengah berada dalam risiko tinggi. Untuk itu dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam penanggulangan bencana secara tepat dan terpadu perlu adanya pengarahan kepada masyarakat agar tangguh terhadap bencana alam.

“Saya berharap melalui pertemuan hari ini dapat memberikan pemahaman bagi pemerintah daerah dalam perencana khususnya dalam penanggulangan bencana dengan mempertimbangkan potensi resiko bencana pada waktu mendatang”, ucap Ahmad M. Saribi saat membacakan sambutan tertulis Pj Bupati.

Tambahnya lagi, diharapkan melalui Rekon Bencana Banjir ini menjadi semakin terkoordinasi, terpadu, rata dan menyeluruh terhadap penanggulangan bencana, serta menindak lanjuti Kemendagri Nomor 101 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Teknis pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub-urusan Bencanaan Daerah dan juga peraturan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 2 Tahun 2023 tentang penyusunan rencana kontingensi bencana.
Usai pembukaan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi-materi dari para narasumber dan diskusi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.