PALANGKA RAYA – Di tengah dinamika tantangan global dan transformasi layanan kesehatan yang terus berkembang, penerapan manajemen risiko dalam setiap proses, baik secara operasional maupun pengambilan keputusan strategis menjadi sangat penting untuk dilakukan Rumah Sakit.
Begitu halnya bagi Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya Polda Kalteng yang berkomitmen untuk terus memperkuat peran fungsi Manajemen Risiko sebagai enabler dalam mewujudkan target-target dan capaian ke depan.
Dalam meningkatkan efektivitas satuan kerja, Rumkit Bhayangkara mengadakan rapat evaluasi dan penyusunan kembali Manajemen Risiko tahun 2024 bertempat di Aula Gawi Hapakat Rumkit Bhayangkara setempat, Kamis (12/9/2024) pagi.
Kegiatan rapat dipimpin langsung oleh Kepala Sub Bagian Pengawasan Internal (Kasubbagwasintern) Rumkit Bhayangkara Penata Siti Asiyah, S.Sos., mewakili Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Kompol dr. Anton Sudarto dan diikuti para Pejabat Utama, Kaur, Karu atau Penanggung Jawab Unit Layanan.
Dalam kesempatan itu, Kasubbagwasintern Rumkit Bhayangkara mengatakan bahwa manajemen risiko sangat penting untuk dilakukan dalam rangka mempersiapkan Rumkit Bhayangkara untuk menghadapi kondisi tertentu yang menyebabkan berbagai macam kerugian.
“Manajemen risiko digunakan untuk memetakan berbagai risiko yang dapat timbul dengan mengidentifikasi, mengukur, memetakan, mengembangkan alternatif penanganan risiko, memonitor adanya risiko, dan mengendalikan penanganan atau pencegahan risiko,” tuturnya.
Lanjut, Siti menambahkan manajemen risiko bisa mengurangi kemungkinan gagal sehingga dampak kerugian internal dan eksternal yang akan terjadi terhadap tujuan Rumah Sakit, pelanggaran kode etik, penurunan produktivitas SDM, dan penurunan reputasi Rumah Sakit dapat berkurang.
Rapat kali ini mereview manajemen resiko yang telah ditetapkan pada awal tahun. Diharapkan dengan adanya review, dapat mengevaluasi resiko yg telah ditetapkan, dan dapat merubah level resiko yang ada menjadi lebih baik. (Har/Sam)


