Dinas PUPR-PKP Kapuas Melaksanakan Groundbreaking

oleh -860 Dilihat
oleh
banner 468x60

TEWENEWS, KUALA KAPUAS – Pj Bupati Kapuas Erlin Hardi bersama Dinas PUPR-PKP Kapuas dan pihak terkait lainnya melaksanakan Groundbreaking pemancangan tiang pancang pertama rekontruksi Jembatan rangka Bowstring Mandomai, Sabtu (10/8/2024), sore.

Hadir dalam kegiatan ini anggota DPD RI, Agustin Teras Narang serta Ikatan Arsitektur Indonesia Kalimantan Tengah (IAI Kalteng), unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat.

banner 336x280

Jembatan penghubung Desa Saka Mangkahai- Kelurahan Mandomai Kecamatan Kapuas Barat, dinilai memiliki arsitektur tinggi, sehingga dibangun dengan desain yang sama dengan versi aslinya yakni dari rangka Bowstring dan kayu Ulin.

Jembatan ikonik yang menjadi kebanggaan masyarakat Mandomai ini dibangun oleh seorang arsitek asal Swiss, Heinz Frick yang merupakan pengajar di sekolah STM GKE Mandomai pada tahun 1975.

Pada tahun 2021 jembatan ini dirobohkan karena kondisinya yang sudah mengalami kerusakan dan pelapukan kayunya dan dianggap bisa membahayakan bagi masyarakat yang lewat.

Pj Bupati Kapuas Erlin Hardi mengatakan dengan dibangunnya kembali jembatan, masyarakat Mandomai dan Kalimantan Tengah umumnya, akan kembali memiliki sebuah kebanggaan dan mengembalikan ikon daerah.

“Pembangunan jembatan juga bertujuan mempermudah akses masyarakat dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan pengguna jembatan serta mempercepat penyelesaian infrastruktur di Kabupaten Kapuas,”ujar Erlin Hardi pada awak media.

Ia berharap dengan dibangunnya kembali jembatan Mandomai ini akan dapat memajukan sektor ekonomi masyarakat.

Sebelumnya Kepala Dinas PUPR Kapuas, Yan Hendri Ale, menyampaikan, rekonstruksi jembatan itu dibangun dengan melalui anggaran APBD Tahun 2024 dengan nilai sekitar Rp. 5,2 Milyar dengan pelaksana CV. Vilia Alam Sejahtera. Panjang jembatan 69,60 meter, dengan tinggi 11,64 meter.

Anggota DPD RI Agustin Teras Narang, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kapuas yang telah berupaya mempertahankan dan melestarikan bangunan bersejarah di Mandomai.

Menurut Agustin Teras Narang masyarakat kembali bisa menggunakan jembatan yang dulu pernah menopang peradaban warga setempat.

“Tak hanya memiliki nilai sejarah, jembatan ini juga memiliki nilai arsitektur yang tinggi,” tandasnya

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.