TEWENEWS, KUALA KAPUAS – Melalui leading sektor Dinas Kesehatan Kapuas, Universal Health Coverage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Dilauncing di ruang rapat aula rujab Rujab Bupati Kapuas, pada Selasa (2/7/2024) pagi.
Hadir dalam kegiatan ini Pj Bupati Kapuas Erlin Hardi, Sekda Kapuas, Septedy, Kepala Dinkes Kapuas, dr. Tonun Irawati Panjaitan, Kepala BPJS Cabang Palangkaraya, Kepala SOPD lingkup Pemkab Kapuas, para Camat, Lurah dan Kepala Desa serta para kepala UPT Puskesmas.
Kepada awak media, Pj Bupati Kapuas mengatakan bahwa pelaksanan program UHC merupakan wujud komitmen pemerintah daerah Kabupaten Kapuas untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.
“Terutama pada bidang kesehatan yang relevan dengan misi pemerintah yaitu memperkuat aksebilitas masyarakat guna kesehatan yang berkualitas dan dapat terjangkau,”ujarnya.
Menurutnya berkat dukungan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, pada bulan Juni 2024 cakupan kepesertaan jaminan kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Kapuas sudah mencapai 100 persen.
“Dengan capaian tersebut Kabupaten Kapuas sudah mendapatkan hak istimewa dari pemerintah pusat yang dalam hal ini kewenangannya berada di BPJS kesehatan selaku penyelenggara program jaminan sosial kesehatan,” ujar Erlin Hardi sembari menambahkan bahwa Pemkab Kapuas bisa mendaftarkan penduduk dengan KTP Kapuas dalam program JKN dengan status langsung aktif.
Masyarakat yang memerlukan layanan kesehatan, kata Erlin bisa langsung mengakses fasilitas kesehatan baik di puskesmas atau pada rumah sakit dr. Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas.
Sementara itu Kepala Dinkes Kapuas, dr Tonun Irawati Panjaitan mengtakan bahwa di Kabupaten Kapuas ada sekitar 40 persen lebih warga yang telah mendaftarkan kepesertaan BPJS kesehatan.
“Namun dengan diterapkannya UHC minimal 98 persen masyarakat kita sudah terdaftar BPJS, dan UHC ini memprioritaskan kepada masyarakat menengah ke bawah,”
“Harapannya dengan UHC ini semua masyarakat di Kabupaten Kapuas minimal 98 persen sudah dapat akses BPJS dengan mudah dan gampang.” Pungkas Tonun Irawati Panjaitan








